Kalau seseorang sudah mengerjakan Sholat Tarawih dan ditutup witir, maka dia boleh menambah Sholat Tahajud lagi di malam harinya dengan beberapa tinjauan sebagai berikut:
1. Perintah mengerjakan shalat malam bersama imam hingga imam selesai
Dari Abu Dzar radhiyallahu โanhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฅูููููู ู ููู ููุงู ู ู ูุนู ุงูุฅูู ูุงู ู ุญูุชููู ููููุตูุฑููู ููุชูุจู ูููู ููููุงู ู ููููููุฉู
โSesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk (semalam penuh).โย (HR. Tirmidzi no. 806. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Dalam riwayat lain dalam Musnad Imam Ahmad, disebutkan dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฅูููู ุงูุฑููุฌููู ุฅูุฐูุง ููุงู ู ู ูุนู ุงูุฅูู ูุงู ู ุญูุชููู ููููุตูุฑููู ุญูุณูุจู ูููู ุจููููููุฉู ููููููุชููู
โSesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.โ (HR. Ahmad 5: 163. Syaikh Syuโaib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)
Dikutip dari Laman Rumasyo pada Selasa (6/4/2021) disebutkan kalau seseorang keluar dari shalat tarawih karena ingin menambah shalat tahajud dan witirnya di malam hari, maka ia tidak mendapatkan pahala shalat semalam suntuk. Walaupun dari sisi kesahan tetaplah sah.
2. Masih boleh menambah shalat malam setelah tarawih karena jumlah rakaโat shalat malam tidak ada batasannya.
Ibnu โAbdil Barr mengatakan,
ูููุงู ุฎููุงููู ุจููููู ุงูู ุณูููู ููููู ุฃูููู ุตููุงูุฉู ุงูููููููู ููููุณู ููููููุง ุญูุฏูู ู ูุญูุฏูููุฏู ููุฃููููููุง ููุงููููุฉู ููููุนููู ุฎูููุฑู ููุนูู ููู ุจูุฑูู ููู ููู ุดูุงุกู ุงูุณูุชูููููู ููู ููู ุดูุงุกู ุงูุณูุชูููุซูุฑู
โTidak ada khilaf di antara kaum muslimin bahwa shalat malam tidak ada batasan rakaโatnya. Sholat malam adalah sholat nafilah (shalat sunnah) dan termasuk amalan kebaikan. Seseorang boleh mengerjakan dengan jumlah rakaโat yang sedikit atau pun banyak.โ(At-Tamhid, Ibnu โAbdil Barr, 21: 69-70, Wizaroh Umum Al Awqof, 1387 dan Al-Istidzkar, Ibnu โAbdil Barr, 2: 98, Dar Al-Kutub Al โIlmiyyah, 1421 H)
Adapun dalil yang menunjukkan bahwa shalat malam tidak dibatasi jumlah rakaโatnya, yaitu ketika Nabi shallallahu โalaihi wa sallam ditanya mengenai shalat malam, beliau menjawab,
ุตููุงูุฉู ุงูููููููู ู ูุซูููู ู ูุซูููู ุ ููุฅูุฐูุง ุฎูุดููู ุฃูุญูุฏูููู ู ุงูุตููุจูุญู ุตููููู ุฑูููุนูุฉู ููุงุญูุฏูุฉู ุ ุชููุชูุฑู ูููู ู ูุง ููุฏู ุตููููู
โSholat malam itu dua rakaโat salam, dua rakaโat salam. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu rakaโat. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir.โ (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu โUmar). Padahal ini dalam konteks pertanyaan. Seandainya shalat malam itu ada batasannya, tentu Nabi shallallahu โalaihi wa sallam akan menjelaskannya.
3. Kita memang diperintah menutup sholat malam dengan shalat witir sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Ibnu โUmar, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงุฌูุนููููุง ุขุฎูุฑู ุตููุงูุชูููู ู ุจูุงูููููููู ููุชูุฑูุง
โJadikanlah akhir sholat kalian di malam hari adalah sholat witir.โ (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751).
Pengertian menutup sholat malam dengan shalat witir, hukumnya adalah sunnah, bukan wajib. Sehingga setelah sholat witir masih boleh menambah lagi shalat sunnah. Alasannya adalah praktik Nabi shallallahu โalaihi wa sallam yang sesudah sholat witir masih menambah lagi dengan dua rakaโat yang lain.
โAisyah menceritakan mengenai sholat malam Nabi shallallahu โalaihi wa sallam,
ููุงูู ููุตููููู ุซููุงูุซู ุนูุดูุฑูุฉู ุฑูููุนูุฉู ููุตููููู ุซูู ูุงูู ุฑูููุนูุงุชู ุซูู ูู ูููุชูุฑู ุซูู ูู ููุตููููู ุฑูููุนูุชููููู ูููููู ุฌูุงููุณู ููุฅูุฐูุง ุฃูุฑูุงุฏู ุฃููู ููุฑูููุนู ููุงู ู ููุฑูููุนู ุซูู ูู ููุตููููู ุฑูููุนูุชููููู ุจููููู ุงููููุฏูุงุกู ููุงูุฅูููุงู ูุฉู ู ููู ุตููุงูุฉู ุงูุตููุจูุญู.
โNabi shallallahu โalaihi wa sallam biasa melaksanakan sholat 13 rakaโat (dalam semalam). Beliau melaksanakan sholat 8 rakaโat kemudian beliau berwitir (dengan 1 rakaโat). Kemudian setelah berwitir, beliau melaksanakan sholat dua rakaโat sambil duduk. Jika ingin melakukan rukuโ, beliau berdiri dari rukuโnya dan beliau membungkukkan badan untuk rukuโ. Setelah itu di antara waktu adzan shubuh dan iqomahnya, beliau melakukan shalat dua rakaโat.โ (HR. Muslim no. 738)
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, โDua rakaโat setelah witir itu tanda bahwa masih bolehnya dua rakaโat setelah witir dan jika seseorang telah mengerjakan sholat witir bukan berarti tidak boleh lagi mengerjakan sholat sunnah sesudahnya.
Adapun hadits di atas โJadikanlah akhir shalat kalian di malam hari adalah sholat witirโ, yang dimaksud menjadikan sholat witir sebagai penutup shalat malam hanyalah sunnah (bukan wajib). Artinya, dua rakaโat sesudah witir masih boleh dikerjakan.โ (Zaad Al-Maโad, 1: 322-323).
Editor: Aditya Pratama
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.
