Penulis : Aditya Pratama
|
Editor : Aditya Pratama
Peridot menghadirkan AI generatif ke dalam game untuk membuat gameplay menjadi lebih realistis

Dalam setahun terakhir, penggunaan kecerdasan buatan telah meningkat secara signifikan berkat munculnya model-model seperti ChatGPT dan AI generatif lainnya.

Kita telah melangkah sangat jauh dari Tamagotchi, Nintendog, dan Neopets. Niantic juga memanfaatkan kebangkitan AI generatif dalam game bertema hewan peliharaan virtual mereka, Peridot.

Dengan pembaruan terbaru, Peridot telah menjadi game augmented reality pertama yang menggunakan AI generatif untuk menciptakan makhluk virtual yang disebut Dots.

Makhluk yang menggemaskan dan sangat realistis ini sangat cerdas dan dapat bereaksi dengan cara yang tak terduga dan menyenangkan terhadap lingkungannya seperti halnya hewan peliharaan sungguhan.

Sama seperti Anda tidak tahu bagaimana anak anjing Anda akan bereaksi terhadap kucing yang tidak dikenal di jalan, Dots berhasil meniru respons yang bervariasi ini dengan sangat baik.

Beberapa mungkin menggeram dan menggonggong, sementara yang lain akan mengejarnya. Mereka mungkin mencuri atau menggigit sisa makanan yang ada di sebelahnya atau mereka bisa saja melihatnya sebagai mainan dan berguling-guling di dalamnya.

Follow Berita Mapbussidterbaru di Google News

Ikuti terus berita terhangat dari Mapbussidterbaru.com via Whatsapp

Seluruh tujuannya adalah untuk mencerminkan hewan peliharaan yang tidak dapat diprediksi dalam hewan peliharaan virtual ini, sehingga mereka merasa lebih mirip dengan hewan peliharaan di kehidupan nyata.

Melihat Dots memberikan reaksi yang unik dan tak terduga terhadap objek baru yang mereka temui sungguh menggemaskan. Peridot sudah menjadi game AR pertama yang sepenuhnya, dan sekarang penggunaan AI generatif semakin memperkaya pengalamannya.

Pembaruan ini adalah contoh yang bagus tentang masa depan game karena AR dan AI terbukti menjadi alat yang sangat kuat. Tanpanya, para pengembang harus membuat skrip secara manual untuk reaksi terhadap objek tertentu, tetapi hal ini telah sangat disederhanakan dengan penggunaan AI generatif. Sekarang, ada lebih banyak perilaku yang dapat ditunjukkan oleh Dots saat menghadapi rangsangan baru.