
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menjadi momentum krusial bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan perkeretaapian nasional.
Dudy menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan pelajaran berharga bagi jajaran regulator maupun operator. Fokus utama evaluasi nantinya akan mencakup standar operasional serta aspek keselamatan penumpang agar insiden serupa dapat dicegah secara permanen di masa mendatang.
“Pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan sistemik. Saat ini, kami tengah menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menentukan langkah-langkah strategis ke depan,” ujar Dudy dalam keterangannya.
Penyelidikan mendalam oleh KNKT akan menjadi basis data utama bagi Kementerian Perhubungan dalam merombak SOP perjalanan kereta api demi menjamin keamanan publik yang lebih baik.
