
Jagat media sosial kembali diguncang aksi “pamer cuan” yang tidak biasa. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada sosok YD, pengusaha di balik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal sebagai Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan.
Bukan karena menu makanannya, YD mendadak viral setelah terekam kamera sedang asyik “hujan uang” alias nyawer di atas panggung saat konser penyanyi dangdut kebanggaan Madura, Valen Akbar.
Aksi Nyawer yang Memancing Nyinyiran Netizen
Dalam potongan video yang tersebar luas di platform TikTok dan grup WhatsApp, YD yang tampil santai dengan kaos hitam tampak sangat menikmati irama musik. Dengan tangan yang lincah, ia menghamburkan lembaran uang kertas ke arah penyanyi, memicu sorak-sorai penonton yang hadir.
Namun, reaksi di dunia maya justru berbanding terbalik. Mengingat statusnya sebagai mitra program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang menjadi program unggulan pemerintah, netizen pun mulai melontarkan komentar satir.
“Cuan makan gratis emang gurih sepertinya, sampai bisa nyawer melimpah gitu,” tulis salah satu akun di kolom komentar unggahan viral tersebut. Sentimen ini muncul karena publik penasaran dengan seberapa besar keuntungan yang didapat dari pengelolaan dapur gizi yang melayani ribuan porsi per hari.
Klarifikasi Bos Dapur MBG: “Itu Hasil Bisnis Emas!”
Sadar aksinya menjadi bola liar, YD segera memberikan klarifikasi untuk meredam kegaduhan. Ia menegaskan bahwa aksi nyawernya sama sekali tidak menggunakan dana operasional program pemerintah.
“Saya hadir di konser itu sebagai pribadi, bukan membawa nama mitra MBG. Uang yang saya pakai adalah hasil dari usaha BM Emas yang sudah saya rintis sejak tahun 2012 jauh sebelum ada program ini,” tegas YD kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa kehadirannya di acara Halalbihalal tersebut adalah bentuk dukungan spontan terhadap seniman lokal seperti Valen Akbar. Meski begitu, YD mengaku siap dievaluasi jika tindakannya dianggap mencederai etika sebagai mitra program nasional.
Antara Euforia dan Pengawasan Ketat
Meski pihak panitia konser dari Pamekasan Kreatif menyebut acara berlangsung kondusif dan aksi nyawer adalah hal lumrah dalam hiburan rakyat, momentumnya dianggap kurang tepat oleh sebagian kalangan.
Saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) sedang memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG di Indonesia guna memastikan setiap rupiah negara benar-benar lari ke piring makan rakyat, bukan ke kantong pribadi untuk gaya hidup mewah.
Apakah ini murni hasil keringat bisnis emasnya, ataukah sebuah sinyal bahwa bisnis dapur gizi memang sangat menjanjikan? Yang jelas, video “hujan uang” ini telah sukses membuat nama Dapur MBG Pamekasan menjadi topik paling dicari di mesin pencarian hari ini.
