

Bayangkan kamu terbangun di suatu pagi dan mendapati seluruh dunia mendadak sunyi senyap. Tidak ada deru mesin kendaraan, tidak ada langkah kaki di trotoar, bahkan tidak ada satu pun jiwa yang tersisa selain kamu dan pasanganmu.
Itulah premis mencekam sekaligus indah yang ditawarkan oleh film sci-fi berjudul Bokeh. Meski dirilis pada tahun 2017, film ini tetap menjadi perbincangan hangat karena narasinya yang sangat relevan dengan perasaan isolasi dan kesepian. Ini bukan sekadar fiksi ilmiah biasa, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang cinta, eksistensi, dan apa artinya hidup saat dunia berhenti berputar.
Cerita berfokus pada sepasang kekasih asal Amerika, Jenai (Maika Monroe) dan Riley (Matt O’Leary), yang sedang menikmati liburan impian mereka di tanah es, Islandia. Hubungan mereka awalnya terasa sempurna, penuh tawa, dan dikelilingi pemandangan alam yang memukau.
Namun, segalanya berubah dalam sekejap. Setelah melihat kilatan cahaya misterius membelah langit di malam hari, mereka terbangun di dunia yang berbeda. Penduduk kota menghilang tanpa jejak, meninggalkan mereka berdua dalam ketidakpastian yang absolut di tengah keindahan Islandia yang sunyi.
Tip Tontonan: Film ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang menyukai tempo cerita lambat namun penuh dengan makna tersirat di setiap adegannya.
Islandia yang biasanya menjadi destinasi impian, mendadak berubah menjadi lanskap yang sunyi dan mencekam. Tanpa ada satu pun manusia yang tersisa, dua jiwa terjebak dalam misteri besar yang tidak terjawab. Apakah ini kiamat? Ataukah mereka adalah penyintas terakhir di Bumi?
Film ini bukan sekadar fiksi ilmiah biasa; ia adalah eksplorasi emosional yang mendalam bagi kamu yang menyukai alur cerita tenang namun sarat makna filosofis. Berikut adalah daya tarik utamanya:
Banyak yang mengira judul ini hanya merujuk pada teknik kamera, padahal maknanya jauh lebih dalam. “Bokeh” di sini menyimbolkan sesuatu yang indah namun samar—seperti kenangan manusia atau eksistensi kita yang rapuh di semesta.
Sebagai karya indie garapan sutradara Geoffrey Orthwein dan Andrew Sullivan, film ini menawarkan kesegaran yang berbeda dari formula blockbuster Hollywood pada umumnya.
Bokeh adalah pilihan sempurna untuk tontonan akhir pekan, terutama jika dinikmati bersama pasangan. Akhir ceritanya yang terbuka dijamin akan memicu diskusi panjang mengenai kehidupan dan hubungan. Jika kamu mencari film yang tidak hanya menghibur tapi juga “tinggal” di ingatan, Bokeh adalah jawabannya.
seorang penulis lepas yang benar-benar kutu buku dan saya sangat menyukai bermain games lifeafter dan undawn kini saya menjadi editor di mapbussidterbaru.com sejak tahun 2023