

Pernah memperhatikan foto yang objek utamanya tajam, tapi latarnya terlihat lembut dan “berpendar”? Itulah yang dinamakan Bokeh. Bukan sekadar gambar kabur, bokeh adalah teknik memberikan jiwa pada foto agar mata penonton langsung tertuju pada cerita yang ingin kamu sampaikan.
Berasal dari bahasa Jepang “boke” yang berarti buram, efek ini adalah area di luar fokus dalam sebuah bingkai foto. Namun, bokeh yang berkualitas bukan sekadar “asal blur”. Bokeh yang dicari para fotografer adalah yang terasa halus, berbentuk bulat (bulat sempurna atau creamy), dan tidak mengganggu ketajaman objek utamanya.
Alasannya sederhana: Dimensi. Efek ini memberikan kedalaman ruang (depth of field) yang membuat subjek—baik itu wajah manusia, secangkir kopi, atau bunga—terlihat seolah-olah menonjol keluar dari latar belakangnya. Foto jadi terasa lebih sinematik dan profesional secara instan.
Kamu tidak butuh kamera puluhan juta untuk memulainya. Kuncinya ada pada tiga hal ini:
Kabar baiknya, kamu tidak wajib menenteng kamera besar. Smartphone masa kini sudah punya Portrait Mode. Meski menggunakan simulasi perangkat lunak (AI), hasilnya sudah sangat mumpuni untuk kebutuhan konten harian. Tipsnya: pastikan ada cahaya lampu atau pantulan sinar matahari di belakang objek untuk mendapatkan “bola-bola cahaya” yang estetik.
Kesimpulan: Efek bokeh bukan lagi sekadar teknik teknis, melainkan cara kita bercerita lewat lensa. Mau pakai HP atau kamera profesional, kuncinya adalah kreativitas dalam mengatur jarak dan cahaya. Jadi, sudah siap bikin foto kamu terlihat lebih hidup hari ini?
seorang penulis lepas yang benar-benar kutu buku dan saya sangat menyukai bermain games lifeafter dan undawn kini saya menjadi editor di mapbussidterbaru.com sejak tahun 2023