

PP TUNAS resmi dijalankan, bikin aturan soal usia pengguna medsos dan game online makin ketat. Total ada 8 platform besar yang disasar, mulai dari TikTok, YouTube, Facebook, Instagram, Threads, X, Roblox, sampai Bigo Live.
TikTok Indonesia langsung tancap gas. Mereka klaim pakai AI canggih buat deteksi akun yang melanggar batas usia. Akun yang ketahuan “nyelonong” bakal langsung ditangguhkan.
“Dari seluruh konten yang kami hapus karena melanggar aturan, 99,1% di antaranya dihapus proaktif sebelum ada laporan,” ujar TikTok.
Selain itu, akun remaja di TikTok otomatis punya 50+ pengaturan keamanan, privasi, dan keselamatan. Platform ini juga siap adaptasi sesuai regulasi lokal.
“Kami bakal ambil langkah-langkah sesuai ekspektasi regulasi, sambil terus memperkuat sistem keamanan dan kasih info ke masyarakat,” tambah TikTok.
YouTube Indonesia juga ikut nimbrung. Mereka bilang kebijakan mereka sejalan dengan PP TUNAS, termasuk pendekatan risk-based self-assessment.
Fitur pengawasan orang tua jadi kunci utama, dan menurut YouTube, 92% orang tua setuju fitur ini bikin anak lebih aman saat online.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, bilang per Jumat malam, baru 4 platform yang responsif: X, Bigo Live, Roblox, dan TikTok.
Platform lain seperti Facebook, Instagram, dan Threads belum kasih respons final soal implementasi PP TUNAS.
Dengan aturan baru ini, anak-anak di bawah umur bakal lebih aman main medsos & game, sementara orang tua bisa lebih tenang. Tapi buat pengguna muda, siap-siap ya, beberapa akun atau fitur favorit mungkin bakal berubah!
seorang penulis lepas yang benar-benar kutu buku dan saya sangat menyukai bermain games lifeafter dan undawn kini saya menjadi editor di mapbussidterbaru.com sejak tahun 2023